<$BlogRSDURL$>
 
My Bright Future
   

Today's preparation determine tomorrow's achievement 

---.:: BRAINSTORMING ::.---

Monday, August 23, 2004
  Munajat Para Pecinta Tuhan

Dengan nama Allah Yang Maha Kasih Yang Maha Sayang
llahi

Apakah orang yang t'lah mencicipi manisnya cinta-Mu akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakati orang yang t'lah bersanding di samping-Mu akan mencari penukar selain-Mu
llahi

Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih untuk pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk meniperolch cinta dan kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kauridakan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu

yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu

yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu

yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan-Mu
yang, Kaukosongkan dirinya untuk-Mu

yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu

yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh

yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu yang memutuskan hubungan dengan-Mu
Ya Allah

Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis

dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mercka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pada-Mu

hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu

Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para pencinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohonkan cinta-Mu
dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku para rida-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu

Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai Pemberi Ijabah
Ya Arhamar-Rahimin
 

|
  Nasehat Untuk Kumail Bin Ziyad

Berkata Kumail bin Ziyad An-Nakha'iy: "Pada suatu hari, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib menggandeng tanganku dan membawaku ke suatu tempat pekuburan. Sesampainya di sana, ia menarik napas panjang dan berkata kepadaku:
Wahai Kumail, sesungguhnya kalbu manusia itu seperti wadah, yang terbaik darinya ialah yang paling rapi menjaga segala yang disimpan di dalamnya. Maka ingatlah apa yang kukatakan kepadamu:

Manusia itu ada tiga macam: rabbaniy yang berilmu; orang yang senantiasa belajar dan selalu berusaha agar berada di jalan keselamatan; - selebihnya - orang-orang awam yang bodoh dan picik, yang mengikuti semua suara - yang benar maupun yang batil bergoyang bersama setiap angin yang menghembus, tiada bersuluh dengan cahaya ilmu dan tiada melindungkan diri dengan "pegangan" yang kukuh-kuat.

Wahai Kumail, ilmu adalah lebih utama daripada harta. Ilmu menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu. Harta akan berkurang bila kaunafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kaunafkahkan. Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta.

Wahai Kumail, makrifat ilmu seperti juga Agama, merupakan pegangan hidup terbaik. Dengannya orang akan beroleh ketaatan dan penghormatan sepanjang hidupnya serta nama harum setelah wafatnya. Ilmu adalah hakim dan harta adalah sesuatu yang dihakimi.
Wahai Kumail, kaum penumpuk harta-benda telah "mati" di masa hidupnya, sedangkan orang-orang yang berilmu tetap "hidup" sepanjang masa. Sosok tubuh mereka telah hilang, namun kenangan kepada mereka tetap di hati.

Ah .... di sini (sambil menunjuk ke arah dadanya sendiri) tersimpan ilmu yang banyak sekali . . . sekiranya kujumpai orang-orang yang mau dan mampu "memikulnya"!
Memang, telah kudapati orang yang cerdas akalnya, tapi ia tak dapat dipercaya. Seringkali memperalat ilmu agama untuk kepentingan dunia, menindas hamba-hamba Allah dengan anugerah nikmat-Nya yang dikaruniakan atas dirinya, dan memaksakan pendapatnya atas orang-orang kecintaan Allah. Atau kudapati seorang yang sangat patuh kepada para pembawa kebenaran, tetapi tidak memiliki kealifan untuk menembus pelik-peliknya, sehingga hatinya mudah goyah setiap kali keraguan - walau sedikit - melintas di depannya..
Tidak! Bukan yang "ini" atau yang "itu".

Juga bukan seseorang yang amat rakus mencari kelezatan hidup, yang mudah dikendalikan hawa nafsu. Atau yang gemar mengumpul dan menyimpan harta. Tiada keduanya patut termasuk di antara para gembala agama, tapi justru lebih dekat kepada binatang ternak yang digembalakdn untuk mencari makan. Begitulah, ilmu menjadi "mati" dengan kematian para pembawanya.

Meskipun demikian ... demi Allah, bumi ini takkan pernah kosong dari seorang Qd-im lilldh bi hullah (petugas Allah pembawa hujah-Nya), baik ia yang tampak dan dikenal atau yang cemas terliput oleh kezaliman atas dirinya. Sehingga - dengan demikian - tiada'kan pemah menjadi batal hujah-hujah Allah dan taifda-tanda kebenaranNya.

Namun berapakah ... dan di manakah mereka ... ? Sungguh mereka itu teramat sedikit jumlahnya tetapi teramat agung kedudukannya di sisi Allah. Dengan merekalah Allah menjaga hujah-hujah dan tanda-tanda-Nya, sampai mereka menyerahterimakannya kepada orangorang yang berpadanan dengan mereka, dan menanamnya di hati orangorang yang seperti mereka.
Hakikat "ilmu" menghunjam dalam lubuk kesadaran nurani mereka. Sehingga tindakan mereka berdasarkan "ruh" keyakinan. Hidup berzuhud, yang dirasa keras dan sulit bagi kaum yang suka bermewah-mewah, bagi mereka terasa lembut dan lunak. Hati mereka tenteram dengan segala yang justru menggelisahkan orang-orang jahil. Mereka hidup di dunia ini dengan tubuh-tubuh yang "tersangkut di tempat-tempat amat tinggi . . ."

Mereka itulah khalifah-khalifah Allah di bumi-Nya yang menyeru kepada Agama-Nya ...
Ah . . . sungguh sangat besar rinduku bertemu dengan mereka! Kini, pulanglah (wahai Kumail), bila Anda ingin.
 

|
Friday, August 06, 2004
  Nyanyian Sufi

Seorang kasmaran melihat dengan batih penuh pesona
menyibak rongga hati dan memungut karang, lalu mendesah :
“Kirimkan anggur bila kau datang.” Tapi pelangi sore pecah berurai ; teratai bahkan kuyu menunggu.
Apakah dia sendiri, padahal. matanya terkatup ? Kemana jiwanya
yang selalu bergemuruh, bergaung sampai kelangit penghabisan?

Bila sekelopak kalbu mekar hingga kiamat, seorang kasmaran tetap
mendengar kicauan burung
(“Kirimkan cinta keatas ranjang
karena dalam diam aku masih bicara
pada saat khusyu´ begini ; barulah. kita tahu,
pertemuan adalah awal nafsu membuka duka.
Meski sebuah tangis mengoyak cakrawala,
siapakah yang mendengar
jika kau lupa tanahmu. Sebab itu tunduklah dulu;
mengerti kerang dan permata.”)

Tuhan datang memetik kecapi
Bernyanyi dengan dawai daii urai pelangi
Seorang kasamaran datang dengan sepenuh birahi, lalu mendesah :
“Datanglah dalam dadaku, dan tuanglah. madu murni.”
(Andai malam makin tuli, jengkerikpun telah bisu
apakah dia masih sendiri ketika membuka mata ?)

Seorang kasmaran melihat dengan penuh pesona
menyibak rongga hati dan memungut karang,
membiarkan dia mengalir dengan darah dan berhenti
pada suatu tempat siapa saja tidak tahu dimana.  

|
  ALIF LAM MIIM

maka tegaklah aku
menyaksikan seluruh peristiwa
sekumpulan ketidak mengertian menari nari
dan aku bertanya tanya
dan aku mencari cari

Alif Laam Miim
sebungkah keterpanaan menutup mata
yang menciptakan fatamorgana dari kehidupan
sungai kering tampak air meluap
padahal kepura puraan semakin akrab dalam hati
dan kejujuran tiba tiba kehilangan rupa
sehingga semua ini seperti melengkapi
penipuan pada diri sendiri
maka tegaklah aku
keheranan seakan memenuhi benak
sementra kebenaran entah di mana lagi
menanyakan Kau yang berdiri di keasingan
kian tidak mampu lagi aku manangkap
walau sekedar bayang

Alif Laam Miim
dimana ku bertemu denganMu nanti
pada saat Kau basuh nanah yang telah mengering
dihati tambah muram memburam ini
dimana Kau yang sekedar memberiku isyarat
sedang aku masih begini dungu menerima semua itu
dan aku selalu diburu dalam kerinduan rupa

Alif Laam Miim
Kubertanya tentang keberadaan ini
Dengan bibir gemetar
Mencari artian tersirat pada setiap bait
mukjizatMu;
tapi sekumpulan ketidak mengertian menari nari
membuat ilusi ilusi baru
kutanya juga Engkau di batas sepi dalam dingin malam
dan aku ticlak mampu tegak lagi
membaca setiap kekhilafanku
ah ;
padahal aku sudah sungguh berlebihan
bahwa telah Kau hadirkan rahmatMu lewat Muhammad
bagi alam ini
Alif Laam Miim
Aku duduk bersimpuh
Aku duduk merenung diri
Aku menjeritkan diri
Alif Laam Miim
Alif
Laam
Miim ....................  

|
  Perempuan Namanya

Ta´zimku kepada perempuan Aceh
yang tak berhenti merajut diri
Mulai pagi
Ia menyuapi

Seorang bocah kesepian
Di tengah barak pengungsian
Barusan saja
Ia menyeka lelehan air mata
Perempuan sebaya

Kehilangan pujaan belahan jiwa
Kemarin dulu
Di tengah desingan peluru
Gelegar meriam menyerbu membahana
Menggentarkan jiwa

Ia mengubur manyat tak bernama
Minggu lalu
Sebait cerita pilu
Merengkuh, membalut kalbu
Ia berupaya memupus luka

Trauma seorang perempuan belia
Diperkosa tentra
Belum terlupakan ayunan langkahnya
di bulan silam
Menghadang sekelompok Tuan Berseragam
Angkuh, memanggul senjata
Wajah dingin, menyimpan murka

Tak gentar, Ia bertanya
Dimana Anak Lelakiku , Tuan makamkan?
Luka panjang mendera
Kegelisahan meronta
Anak negeri porak - poranda
Tak hentikan uluran tangan
Belaian kasih Bunda
Esok hari, entah kisah apa.

Perempuan, namanya
Ringkih tubuhnya
Keriput menghiasi sudut matanya
Memutih gelung tipis rambutnya
Wajah merenta di usia muda
Tegakkan kepala
Semangat menyala
Pesona dimata

Melembut, membayang kasih samudra
Menebar keseluruh jiwa yang hampa
Perempuan, namanya
Kearifan Ratu Safiatuddin diwarisinya
Keberanian Cut Nyak Dien menjadi teladannya.

Kecerdikan Siti Aisyah dimilikinya
O engkau perempuan perkasa
Dari ranah konflik bersenjata
Di ufuk barat Sumatera
Membalas kekerasan dengan cinta.

 

|
Monday, August 02, 2004
  Kenangan akan Sahabat

pernahku ......
mengapung dalam gelombang maya
bersama syair bak mantra
dan kata bijak sang pujangga

berbaur dengan ....
lentera kesaksian serta kesangsian
mengikuti lorong peradaban
hampiri bekunya mata batin
hamburkan berbagai keingintauan

mengenalmu adalah pendewasaan
tuk arungi sisa putaran dunia keajaiban

mimpi taklukan dunia
lingkari bumi dg asa
kepungi masa dg canda

temani keterasingan dg keterbukaan
pahatkan harapan dg keyakinan
sirami jiwa tandus dg keimanan.
 

|

:: QUOTES ::

• If Better is possible, Good is not enough

• Small action can make a huge difference

:: TO BE ON TIME PLIZZ ::

   

   

:: ARCHIVES ::


:: LINKS ::


:: HERE I AM ::

Name : Farda Piruzie

My Email

My Homepage

:: SUPPORT ::

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

This page is powered by Doneeh. Isn't yours?

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

:: TAGGIE ::

by wdcreezz.com

Name

Email/URL

Message

Name :
URL :
Message :








 

Copyright © 2004  Farda Piruzie Inc. All rights reserved